Logo Header Antaranews Jogja

Muse-Ruili pos China-Asia Tenggara tersibuk

Senin, 30 Januari 2023 07:22 WIB
Image Print
Arsip foto - Bendera nasional China dan Myanmar terlihat di jalan perbelanjaan di Ruili, kota perbatasan China dengan Myanmar, pada 27 Maret 2021. (ANTARA/Kyodo via Reuters Connect/pri.)
Beijing (ANTARA) - Pos pemeriksaan keimigrasian Muse-Ruili menjadi salah satu titik perbatasan tersibuk antara China dan kawasan Asia Tenggara selama musim libur Tahun Baru Imlek.

Pos pemeriksaan di Kota Muse, Myanmar, dan Kota Ruili, Provinsi Yunnan, China, secara resmi telah dibuka kembali sejak Rabu (25/1).

Muse-Ruili merupakan jalur perdagangan lintas-batas krusial bagi Myanmar dan China, tulis media China pada Minggu.

Data resmi Pemerintah China, sekitar 17 juta orang keluar-masuk melalui pos Ruili dan 17.458 ton barang ekspor-impor sepanjang 2019.

Pos tersebut selama satu tahun sebelum pandemi telah memberikan pendapatan hampir 100 miliar yuan (sekitar Rp220,7 triliun) terhadap Provinsi Yunnan atau sekitar 80 persen nilai perdagangan daerah di selatan China itu dengan Myanmar.

Otoritas China menghapus persyaratan karantina bagi pelaku perjalanan internasional, termasuk yang melalui pos perbatasan Muse-Ruili, sejak 8 Januari 2023.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Muse-Ruili jadi pos perbatasan tersibuk China-Asia Tenggara

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026