Jakarta (ANTARA) - Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel masih memberi catatan evaluasi untuk timnya kendati baru saja kembali ke jalur kemenangan setelah pada lima laga sebelumnya tak pernah menang.
Kemenangan Laskar Mataram terjadi di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat, pada laga pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 saat mereka mempermalukan tuan rumah PSBS Biak dengan skor 4-2.
“Kami harus melakukan lebih baik untuk membuat pertandingan agar bisa dimenangkan dengan lebih mudah. Ini memakan terlalu banyak energi tidak perlu untuk memenangkan laga,” kata Van Gastel, dikutip dari laman resmi PSIM, Sabtu.
Di laga ini, tandukan Franco Ramos Mingo dari umpan Ezequiel Vidal membawa PSIM membuka keunggulan pada menit ke-15, sebelum kemudian disamakan oleh Eduardo Barbosa pada menit ke-36.
Setelah Van Gastel melihat penguasaan bola timnya tak berjalan baik di babak pertama, ia meminta timnya untuk memperbaiki aspek tersebut. PSIM pun bermain lebih baik di babak kedua, di mana mereka mencetak dua gol dalam lima menit melalui gol kedua Ramos Mingo (64') dan Ze Valente (69').
Laskar Mataram sedikit lengah ketika laga memasuki 10 menit terakhir, di mana Ruyery Blanco berhasil membobol gawang Cahya Supriadi pada menit ke-82.
Di saat jarak skor menipis dalam skor 3-2, laga kembali berjalan sengit, namun pada akhirnya PSIM yang bermain sebagai tim tamu menyegel kemenangan pada menit ke-89 melalui gol kedua Valente.
“Di babak kedua kami berbicara tentang apa telah kami lakukan selama 22 pertandingan. Saya pikir di babak kedua dalam penguasaan bola kami sudah bermain cukup baik,” ucap Van Gastel.
Tambahan tiga poin ini membawa PSIM kembali ke peringkat keenam dengan 36 poin, terpaut dua poin dari Persebaya Surabaya di posisi kelima dan unggul satu poin dari Persita Tangerang dan Bhayangkara Presisi Lampung FC di posisi ketujuh dan kedelapan.
Pada laga selanjutnya, PSIM akan tandang ke markas Semen Padang pada tengah pekan depan, Rabu (4/3) pukul 21.00 WIB. Seusai dari Padang, PSIM akan menutup laga di bulan Ramadhan saat menjamu Persija Jepara sepekan berikutnya.
“Mengenai waktu persiapan yang singkat untuk pertandingan berikutnya, Anda benar. Jika melihat program liga ini, jadwalnya tidak konsisten. Kadang ada jarak sembilan hari, sepuluh hari, atau tujuh hari. Lalu tiba-tiba jadwal menjadi sangat padat,” ungkap Van Gastel mengomentari jadwal laga di Super League.
Pelatih asal Belanda itu merasa, jarak antar pertandingan yang tidak konsisten dirasa cukup menyulitkan bagi pemain yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
“Saya memang tidak menjalankan ibadah puasa Ramadan, tetapi bayangkan jika Anda berpuasa, sementara Anda harus tetap bertanding dan berlatih dengan intensitas tinggi. Bagi seorang atlet, sangat sulit untuk bisa tampil maksimal dalam kondisi seperti itu,” pungkas Van Gastel.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PSIM kembali menang, Van Gastel masih beri catatan evaluasi