BPSMP lakukan konservasi dan identifikasi temuan fosil
Kamis, 3 Agustus 2023 12:43 WIB
Sejumlah petugas dari BPSMP Sangiran saat melakukan menggalian penyelamatan penemuan fosil di Dukuh Ngebung, RT 4 RW 2, Desa Ngebung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. ANTARA/Bambang Dwi Marwoto.
Sragen (ANTARA) - Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran telah melakukan konservasi dan identifikasi temuan fosil gading gajah oleh warga di Dukuh Ngebung, RT 4 RW 2, Desa Ngebung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Temuan fosil gading gajah di sekitar wilayah Sangiran cukup sering terjadi dan banyak yang dilaporkan oleh warga, kata Kepala BPSMP Sangiran, Iskandar Mulia Siregar, di Sragen, Kamis.
"Kami akan lakukan konservasi dan identifikasi untuk memastikan jenis dan umur dari fosil itu. Saat ini, fosil berada di laboratorium kami," kata Iskandar.
Dia menjelaskan fosil gading gajah tersebut ditemukan oleh warga ketika menggali fondasi untuk membangun rumah, kemudian langsung dilaporkan ke BPSMP Sangiran untuk menindaklanjuti melakukan penyelamatan fosil.
"Warga menggali di pekarangannya mau membuat pondasi. Kemudian, mereka ketika melakukan penggalian membentur benda mencurigakan, pada Selasa (1/8), sekitar pukul 17.00 WIB dan ketemu benda yang diduga fosil. Lantas lapor ke petugas Satpam Museum Ngebung," katanya.
Petugas kemudian melakukan verifikasi. Lantas dipastikan benda tersebut adalah fosil dan diputuskan harus diselamatkan. Tim BPSMP melakukan penggalian di lokasi penemuan itu. Fosil berbentuk gading gajah purba tersebut dengan ukuran panjang lebih dari dua meter.
Pihaknya menyampaikan proses evakuasi dilangsungkan selama sehari. Pihaknya menduga usia fosil tersebut sekitar 800 tahun. Pihaknya menjelaskan perkiraan berdasarkan kedalaman lapisan tanah.
"Fosil gading gajah itu, untuk penyimpanan sementara diletakkan di storage atau gudang Museum Ngebung," katanya.
Menurut dia, selama ini sejak awal tahun ini, sudah sekitar sembilan kali evakuasi fosil di kawasan tersebut. Dia menjelaskan sudah cukup banyak fosil gajah yang ditemukan di kawasan sekitar. Kalau temuan terkait gajah sudah bukan langka, sudah umum. Untuk sembilan kali temuan itu, sebenarnya tidak hanya gajah tetapi sebagian besar fosil gajah.
"Kami dari pemerintah mengapresiasi warga terkait yang penemuan fosil tersebut. Sebagai bentuk dedikasi menjaga kelestarian kawasan purbakala. Pemerintah tetap memberikan apresiasi perihal temuan itu," katanya.
Temuan fosil gading gajah di sekitar wilayah Sangiran cukup sering terjadi dan banyak yang dilaporkan oleh warga, kata Kepala BPSMP Sangiran, Iskandar Mulia Siregar, di Sragen, Kamis.
"Kami akan lakukan konservasi dan identifikasi untuk memastikan jenis dan umur dari fosil itu. Saat ini, fosil berada di laboratorium kami," kata Iskandar.
Dia menjelaskan fosil gading gajah tersebut ditemukan oleh warga ketika menggali fondasi untuk membangun rumah, kemudian langsung dilaporkan ke BPSMP Sangiran untuk menindaklanjuti melakukan penyelamatan fosil.
"Warga menggali di pekarangannya mau membuat pondasi. Kemudian, mereka ketika melakukan penggalian membentur benda mencurigakan, pada Selasa (1/8), sekitar pukul 17.00 WIB dan ketemu benda yang diduga fosil. Lantas lapor ke petugas Satpam Museum Ngebung," katanya.
Petugas kemudian melakukan verifikasi. Lantas dipastikan benda tersebut adalah fosil dan diputuskan harus diselamatkan. Tim BPSMP melakukan penggalian di lokasi penemuan itu. Fosil berbentuk gading gajah purba tersebut dengan ukuran panjang lebih dari dua meter.
Pihaknya menyampaikan proses evakuasi dilangsungkan selama sehari. Pihaknya menduga usia fosil tersebut sekitar 800 tahun. Pihaknya menjelaskan perkiraan berdasarkan kedalaman lapisan tanah.
"Fosil gading gajah itu, untuk penyimpanan sementara diletakkan di storage atau gudang Museum Ngebung," katanya.
Menurut dia, selama ini sejak awal tahun ini, sudah sekitar sembilan kali evakuasi fosil di kawasan tersebut. Dia menjelaskan sudah cukup banyak fosil gajah yang ditemukan di kawasan sekitar. Kalau temuan terkait gajah sudah bukan langka, sudah umum. Untuk sembilan kali temuan itu, sebenarnya tidak hanya gajah tetapi sebagian besar fosil gajah.
"Kami dari pemerintah mengapresiasi warga terkait yang penemuan fosil tersebut. Sebagai bentuk dedikasi menjaga kelestarian kawasan purbakala. Pemerintah tetap memberikan apresiasi perihal temuan itu," katanya.
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Palembang optimalisasi 3.000 hektare sawah tingkatkan ketahanan pangan
31 January 2026 9:23 WIB
KPK lakukan OTT sebanyak 9 kali sepanjang tahun 2025, terakhir di Provinsi Banten
18 December 2025 9:18 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Pemprov Sumsel-Icraf luncurkan aplikasi SiAlam permudah akses perhutanan sosial
10 December 2025 18:10 WIB