RSUD Wonosari Gunungkidul miliki alat PCR kapasitas 20 sampel/hari
Kamis, 1 September 2022 16:24 WIB
Bupati Gunungkidul Sunaryanta meninjau mesin produksi oksigen terbaru RSUD Wonosari, Kamis (1/9). (ANTARA/HO-Humas Pemkab Gunungkidul)
Gunungkidul (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki alat pemeriksaan polimerase chain reaction COVID-19 dengan kemampuan 20 sampel per hari.
Direktur RSUD Wonosari dr. Heru Sulistyowati di Gunungkidul, Kamis, mengatakan alat pemeriksaan polimerase chain reaction (PCR) COVID-19 yang dioperasikan mulai hari Rabu.
"Alat ini, RSUD Wonosari mampu memeriksa sekitar 20 sampel tes usap dalam sehari. Adapun dalam sekali operasi, alat tersebut mampu memeriksa empat sampel sekaligus dalam waktu satu setengah jam," kata Heru Sulistyowati.
Selama ini, kata Heru, sampel tes usap dari Gunungkidul harus dikirimkan ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta. Prosesnya terbilang lama karena harus mengantre dengan sampel kiriman dari daerah lainnya.
Baca juga: Wisata medis diluncurkan
"Biasanya pemeriksaan harus dilakukan di Kota Yogyakarta, sekarang bisa kami lakukan sendiri. Saat ini proses pemeriksaan dilakukan saat jam kerja, menyesuaikan kemampuan tenaga," kata Heru.
Selain alat periksa PCR, RSUD Wonosari juga meningkatkan kapasitas produksi oksigennya. Peningkatan tersebut dibantu dengan mesin terbaru yang memiliki kapasitas produksi oksigen 250 liter per menit (lpm).
Menurut Heru, adanya mesin baru ini membuat kemampuan produksi oksigen RSUD Wonosari meningkat pesat. Sebab sebelumnya RS ini memiliki tiga mesin, yang mana dua buah mesin masing-masing mampu memproduksi 120 lpm dan satu mesin dengan kemampuan 100 lpm.
"Jadi sebelumnya kami mampu produksi sekitar 500 lpm oksigen, sekarang bertambah jadi 750 lpm oksigen," katanya.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta meninjau langsung alat periksa PCR dan mesin produksi oksigen terbaru RSUD Wonosari.
Menurutnya, generator oksigen tersebut merupakan hibah dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.
Ia menilai peningkatan kemampuan ini bisa menjadi bagian dari antisipasi jika terjadi lonjakan pasien COVID-19. Apalagi dengan satu mesin baru ini, oksigen yang diproduksi dalam satu jam bisa mencapai 12 ribu liter.
"Tentu ini bisa dijadikan antisipasi, namun kami berharap lonjakan pasien COVID-19 tidak terjadi," kata Sunaryanta.
Baca juga: RSUD Wonosari Gunungkidul tetap siaga COVID-19
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: RSUD Wonosari Gunungkidul memiliki alat PCR kapasitas 20 sampel/hari
Direktur RSUD Wonosari dr. Heru Sulistyowati di Gunungkidul, Kamis, mengatakan alat pemeriksaan polimerase chain reaction (PCR) COVID-19 yang dioperasikan mulai hari Rabu.
"Alat ini, RSUD Wonosari mampu memeriksa sekitar 20 sampel tes usap dalam sehari. Adapun dalam sekali operasi, alat tersebut mampu memeriksa empat sampel sekaligus dalam waktu satu setengah jam," kata Heru Sulistyowati.
Selama ini, kata Heru, sampel tes usap dari Gunungkidul harus dikirimkan ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta. Prosesnya terbilang lama karena harus mengantre dengan sampel kiriman dari daerah lainnya.
Baca juga: Wisata medis diluncurkan
"Biasanya pemeriksaan harus dilakukan di Kota Yogyakarta, sekarang bisa kami lakukan sendiri. Saat ini proses pemeriksaan dilakukan saat jam kerja, menyesuaikan kemampuan tenaga," kata Heru.
Selain alat periksa PCR, RSUD Wonosari juga meningkatkan kapasitas produksi oksigennya. Peningkatan tersebut dibantu dengan mesin terbaru yang memiliki kapasitas produksi oksigen 250 liter per menit (lpm).
Menurut Heru, adanya mesin baru ini membuat kemampuan produksi oksigen RSUD Wonosari meningkat pesat. Sebab sebelumnya RS ini memiliki tiga mesin, yang mana dua buah mesin masing-masing mampu memproduksi 120 lpm dan satu mesin dengan kemampuan 100 lpm.
"Jadi sebelumnya kami mampu produksi sekitar 500 lpm oksigen, sekarang bertambah jadi 750 lpm oksigen," katanya.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta meninjau langsung alat periksa PCR dan mesin produksi oksigen terbaru RSUD Wonosari.
Menurutnya, generator oksigen tersebut merupakan hibah dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.
Ia menilai peningkatan kemampuan ini bisa menjadi bagian dari antisipasi jika terjadi lonjakan pasien COVID-19. Apalagi dengan satu mesin baru ini, oksigen yang diproduksi dalam satu jam bisa mencapai 12 ribu liter.
"Tentu ini bisa dijadikan antisipasi, namun kami berharap lonjakan pasien COVID-19 tidak terjadi," kata Sunaryanta.
Baca juga: RSUD Wonosari Gunungkidul tetap siaga COVID-19
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: RSUD Wonosari Gunungkidul memiliki alat PCR kapasitas 20 sampel/hari
Pewarta : Sutarmi
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BKKBN DIY pastikan kesiapan SPPG Wonosari pasok MBG ibu hamil dan balita
25 September 2025 19:00 WIB
Wabup Gunungkidul tinjau pelaksanaan MBG di SD Wonosari pastikan menu ramadhan
06 March 2025 16:05 WIB
Partini apresiasi layanan mudah, cepat, setara dari Program JKN Wonosari
05 October 2024 12:17 WIB, 2024
Polres memberlakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Wonosari libur Lebaran
31 March 2024 14:07 WIB, 2024
Paspampres tak dorong warga saat kawal Jokowi di Wonosari, Gunungkidul, DIY
31 January 2024 16:33 WIB, 2024
RSUD Wonosari menyiapkan ruangan khusus caleg stres gagal Pileg 2024
17 January 2024 20:33 WIB, 2024
Bupati Gunungkidul ajak siswa SMKN Wonosari gunakan media sosial dengan baik
15 January 2024 14:06 WIB, 2024
Dishub Gunungkidul merekayasa lalu lintas menuju Alun-alun Wonosari
31 December 2023 17:51 WIB, 2023
Terpopuler - Gunung Kidul
Lihat Juga
Pemkab Gunungkidul mewujudkan pariwisata lestari melalui penanaman pohon pantai
12 February 2026 17:59 WIB
Pemkab Gunungkidul teguhkan komitmen ASN tingkatkan kualitas pelayanan publik
12 January 2026 18:03 WIB
SAR Yogyakarta mengerahkan 70 personel cari dua pemancing hilang di Gunungkidul
11 January 2026 18:14 WIB